succes story Guru Besar Lafran Pane

 Lafran Pane

Apakah anda kenal dengan salah satu tokoh intelektual Muslim Indonesia ini? Saia yakin hanya sebagian kecil dari kita saja yang kenal dengan sosok beliau. Lafran Pane adalah salah satu tokoh yang berpengaruh dalam pergerakan di Indonesia, karena beliau adalah pendiri organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Lafran Pane dilahirkan  di Sipirok-Tapanuli Selatan, Sumatera Utara pada tanggal 5 Februari 1922. Beliau merupakan putra dari  Sutan Pangurabaan Pane, seorang tokoh yang cukup berpengauh di Sumatera Utara terutama daerah Tapanuli Selatan. Sutan Pangurabaan Pane adalah seorang tokoh nasional, ia pernah aktif menjadi pimpinan Partai Indonesia atau PARTINDO. Semasa muda, tokoh pendiri HMI ini tumbuh dalam lingkungan nasionalis-muslim dan beliau pernah menganyam pendidikan di Pesantren, Ibtidaiyah, Wusta dan sekolah Muhammadiyah
Sebagai salah satu tokoh pemuda yang aktif dalam pergerakan nasional, Lafran Pane ikut ke dalam kelompok pemuda yang ikut memprakarsai Proklamasi 17 Agustus 1945 bersama Adam Malik, Sukarni, N. Nitimiharjo, Winaka, Chaerul Saleh, Pandu Wiguna, Kusnaeni, Darwis, Johar Nur, Armunanto, dan Hanafi. Pergolakan pemikirannya saat kuliah di STI (Sekolah Tinggi Islam)yang saat ini berubah menjadi UII Yogyakarta.  Pada saat itu, beliau memiliki sebuah pemikiran sebagai berikut:
Melihat dan menyadari keadaan kehidupan mahasiswa yang beragama Islam pada waktu itu, yang pada umumnya belum memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Keadaan yang demikian adalah akibat dari sitem pendidikan dan kondisi masyarakat pada waktu itu. Karena itu perlu dibentuk organisasi untuk merubah keadaan tersebut. Organisasi mahasiswa ini harus mempunyai kemampuan untuk mengikuti alam pikiran mahasiswa yang selalu menginginkan inovasi atau pembaharuan dalam segala bidang, termasuk pemahaman dan penghayatan ajaran agamanya, yaitu agama Islam. Tujuan tersebut tidak akan terlaksana kalau NKRI tidak merdeka, rakyatnya melarat. Maka organisasi ini harus turut mempertahankan Negara Republik Indonesia kedalam dan keluar, serta ikut memperhatikan dan mengusahakan kemakmuran rakyat.
Dan akhirnya HMI berdiri pada tanggal 5 Februari 1947 di salah satu ruangan kuliah STI di Jalan Setiodiningratan (sekarang Panembahan Senopati). Ketika itu Lafran Pane berusia 25 tahun dan baru duduk di tingkat I STI. dan berhasil memotivasi mahasiswa STI khususnya mahasiswa di Yogyakarta, untuk mengerti dan memahami gagasannya untuk mendirikan HMI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s